DIREKTUR PDAM HARUS BERINOVATIF

Perusahaan Daerah Air Minum  Kota Parepare harus memperhatikan Hak dasar masyarakat, jangan ada masyarakat yang tidak mendapatkan haknya hanya karena pengelolaan PDAM yang tidak maksimal, mengingat ketersediaan air baku di Kota Parepare sudah cukup, sehingga tidak ada  alasan kalau masyarakatnya masih ada yang tidak terlayani dengan baik.

Topografi Kota Parepare yang tidak rata alias berbukit tentunya menjadi hambatan dalam mendistribusikan air kepelanggan, oleh karenanya diperlukan kreatifitas dan inovasi dari seorang Direktur PDAM, kalau kondisi sekarang distribusi air masih sering tergangganggu khususnya daerah selatan kota atas, inilah salah satu tantangan yang harus dipikirkan oleh Direktur yang terpilih, keluarkan kemampuan dan strategi yang dimiliki, seperti  yang disampikan saat dilakukan wawancara akhir, dimana gagasan yang diutarakan harus diimplimentasikan disini agar masyarakat yang sering terganggu distribusi air khusunya pada musin kemarau sudah bisa teratasi. Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Parepare Dr. H.M. Taufan Pawe, SH.,M.H, saat memberikan sambutan pada pelantikan Direktur  PDAM Kota Parepare yang terpilih yaitu Andi Firdaus Djollong, SE  periode 2019-2023 bertempat auditorium BJ. Habibie pada tanggal 26 November 2019.

Selain masalah distribusi air kepelanggan, juga yang menjadi pekerjaan rumah bagi Direktur yang terpilih, adalah masih tingginya tingkat kehilangan air, tingkat kehilangan air (NRW) di Parepare tahun buku 2018 sebesar 36,25 % sementara laporan yang masuk sampai akhir bulan Oktober 2019 terjadi kenaikan menjadi 41,57 %, inilah yang membuat PDAM Parepare tidak efisien, karena hampir seperdua air yang diproduksi terbuang percuma yang tentunya sangat merugikan karena sudah diolah dengan bahan kimia namun tidak terpakai.

Dan yang paling penting, tingkatkan kualitas  sumber daya manusia, perbanyak pengiriman karyawan untuk mengikuti pelatihan sesuai yang dibuthkan. Karena hanya sumber daya manusia yang berkualitas yang bisa membawa perusahaan lebih sehat. Begitu juga kesejahteraan karyawan harus diperhatikan, karyawan yang berprestasi harus diberi Reward dan punishment bagi karyawan yang kinerjanya kurang.

Sebelum dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai Direktur PDAM Kota Parepare periode 2019-2024, Direktur terpilih Andi Firdaus Djollong, SE terlebih dahulu menandatangani kontrak kinerja dan pernyataan kesanggupan melaksanakan tugas sebagai Direktur PDAM sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 37 Tahun 2018. Dalam Kontrak Kinerja tersebut telah tertuang target yang harus dicapai sebagai bahan evaluasi bagi Walikota Parepare, dalam kontrak juga dinyatakan apabila target kinerja yang ditetapkan tidak tercapai, maka Walikota tentunya akan memberikan sanksi. Dan sanksi terberat adalah pencopotan sebagai Direktur PDAM Parepare.

Sebelum terpilih sebagai Direktur PDAM Parepare, Andi Firdaus Djollong yang pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Parepare periode 2013-2018, telah mengikuti tahapan seleksi calon Direktur PDAM Kota Parepare sebagaimana  calon lainnya. Tahapan yang dilalui sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 37 Tahun 2018, dimana dalam peraturan tersebut disebutkan terlebih dahulu dibentuk Panitia seleksi. Panitia seleksiyang dibentuk oleh Walikota Parepare terdiri 5 orang dari berbagai latar belakang, ada dari Aparatur Pemerintahan, Akademisi dan Independen. Panitia seleksi membuka pendaftaran pada tanggal 28 November 2018. Ada 6 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon Direktur PDAM Kota Parepare periode 2019-2024. Setelah Panitia seleksi melakukan seleksi administrasi secara ketat,  satu nama pelamar dicoret atau dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat administrasi seperti yang dipersyaratkan. Selanjutnya mengikuti tahapan Phisikotest yang dilakukan oleh Pusat Layanan Psikologi (PLP) Universitas Negeri Makassar serta mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan.

Tim penguji Uji Kelayakan dan Kepatutan terdiri dari Sekretaris Daerah Kota Parepare H. Iwan Asaat, AP.,M.Si. mewakili pemerintah Daerah, Prof Dr. Abrar Saleng,SH.MH., mewakili Akademisi dari UNHAS dan Hasanuddin Kamal, SH.,MH. Mewakili Independen atau Ketua DPD Perpamsi Sulawesi Selatan. Dihadapan Tim Penguji, Andi Firdaus Djollong, sangat menguasai materi terkait PDAM khususnya PDAM Kota Parepare, ini disebabkan karena baru saja dia mengikuti Diklat Manajemen Air Minum Tingkat Madya, sehingga materi yang ditanyakan oleh tim penguji dijawab dengan meyakinkan serta program yang ditawarkan bila terpilih sebagai Direktur PDAM Kota Parepare sehingga tim memberikan nilai tertinggi dibanding dengan peserta 4 lainnya. Begitu juga saat mengikuti tahapan terakhir yaitu Wawancara akhir oleh Walikota Parepare Taufan Pawe. Walikota sengaja menghadirkan SKPD, Camat dan Lurah serta Pejabat Struktural dan staf PDAM agar jangan ada kesan kalau seleksi Direktur PDAM Parepare terkesan suka dan tidak suka. Seleksi Calon Direktur PDAM harus transparan, oleh karenanya sengaja melakukan wawancara akhir didepan SKPD dan staf PDAM agar bisa menilai siapa yang layak untuk menduduki jabatan Direktur PDAM Parepare. Dalam wawancara akhir,  Andi Firdaus Djollong sangat meyakinkan jawaban saat ditanya terkait program yang akan dilakukan dan keluar dari permasalahn yang dihadapi PDAM sekarang ini yaitu masih tingginya tingkat kehilangan air (NRW). Setelah wawancara usai, SKPD dan Staf PDAM Parepare sebenarnya sudah bisa menebak yang terpilih dan ditetapkan sebagai Direktur PDAM Parepare dari ketiga yang mengikuti wawancara akhir dari Walikota Parepare.